SITUASI YANG BERBEDA , KONDISI YANG TAK SAMA, ALHAMDULILLAHHIRABBILALAMN…

 

 

Tahun ajaran baru 2020: situasi yang berbeda, kondisi yang tak-sama. Alhamdulillahirabbilallamiin ….

Tentu bukan hal yang mudah memindahkan kegiatan sekolah ke rumah. Berbagai peran dijalankan: sebagai orang tua, guru, dan karier. Betapa serunya! Semoga Allah memberi kemudahan buat semuanya.

Ayah Bunda, selagi anak-anak masih dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, berikut ini ada tips trik agar Pembelajaran jarak jauh menjadi lebih menyenangkan baik buat ibu, ayah maupun anak. Semoga bisa membantu.

1. Senantiasa mengingat bahwa anak adalah penerus jejak para anbiya. Dalam setiap doa senantiasa terucap anak anak kita menjadi golongan dari orang orang saleh.
Semoga dengan demikian, napas kesabaran kita menjadi panjang.
Ingatlah juga bahwa berjuangnya orang tua dalam mendidik anak merupakan pintu-pintu kemudahan untuk kita di masa depan, terutama di akhirat nanti.

2. Ayah bunda perlu memahami juga bahwa setiap anak memiliki kekuatannya masing-masing. Mari berfokus pada kelebihan dan potensi anak. Ucapkan terima kasih atas tugas yang telah mereka selesaikan. Perasaan dihargai menjadi bekal untuk menumbuhkan sikap optimis dalam menghadapi segala rintangan.

3. Bantu anak untuk mengondisikan suasana belajar di rumah. Rumah adalah tempat yang paling nyaman buatnya. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan olehnya dengan kondisi peralatan tersebut stand by di ruangannya adalah salah satu cara mengefektifkan banyak hal: mudah, cepat, dan sangat membantu.

4. Bicarakan kegiatannya pada esok hari dengan antusias. Kita perlu menunjukkan bahwa kita sangat tertarik pada sekolah anak. Ini bagian dari cara menghargai anak.

5. Dalam situasi nyaman dan menyenangkan, bangunlah ikatan kuat orang tua-anak dengan berdiskusi bersama anak mengenai perasaannya selama belajar dari rumah. Tanyakanlah kesulitan apa yang dihadapinya. Segeralah mendapatkan solusi agar motivasi anak tetap terjaga.

6. Bekerja sama dengan guru. Kita mengikuti semua arahan dan aturan yang sudah dibuat. Tentu ibu dan bapak guru sudah sangat mempertimbangkan dan mengukur materi dan tugas yang tepat untuk anak.

7. Anak akan meng-copy paste respons orang tuanya mengenai arahan dan tugas dari sekolah. Bantu anak untuk mengikuti arahan dan menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Tularkan semangat, daya juang, menghargai guru dan disiplin pada anak.
Apabila dirasa ada yang kurang dipahami atau kurang sesuai, Ayah Bunda dapat memanfaatkan jalur komunikasi dengan guru melalui jaringan pribadi.

Yuhwaningsih
Penggiat Literasi Psikologi

HARI KE III PELATIHAN GURU

Ust. Syahrial Menyampaikan Materi “Landasan Berkisah Dalam Al-Qur’an”

 

 

Dr. Yusrizal, SH. MH (Abu Yus) memberikan materi “Hukuman Dalam Dunia Pendidikan”

 

Abu Yus, Ust. Badlisyah dan Ust. Darma sedang memperagakan murid yang di hukum di dalam kelas

 

Dr. Malahayatie, M.Si menyampaikan materi mengenai “Manajemen Harta Berkah”

Rangkaian Kebersamaan Penutupan Pelatihan Guru Tahun Ajaran 2020-2021

Berawal dari sini

Sejarah Kuttab Al Firdaus

Kuttab adalah konsep Islam yang mempunyai sejarah panjang melahirkan orang-orang besar. Seiring hilangnya kuttab dari dunia Islam, bumi pun mulai kehilangan cahaya dari para ulama dan ilmuwan. Kuttab telah mengukir lahirnya karya-karya ilmiah yang abadi hingga hari ini. Dengan mengembalikan sistem pendidikan Islam seutuhnya melalui  kuttab, diharapkan akan mampu menghadirkan hasil yang sama dengan zaman keemasan Islam yang dahulu

Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe berdiri sejak Juli  2013. Pendirian Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe berawal dari setelah bermusyawarah dan membaca konsep Kuttab Al Fatih Pilar Peradaban yang didirikan oleh Ustadz Budi Azhari, Lc yang berpusat di Depok. Nama Kuttab Al Firdaus terinspirasi dari salah satu nama dari nama-nama surga, sesuai harapan keluarga muslim sejatinya adalah surga firdaus yang penuh kenikmatan.

Pihak yayasan Alfirdaus merasa cocok dengan konsep Kuttab yang ditawarkan. Dimana konsep yang ditawarkan tersebut bersumber dari konsep pendidikan Rasulullah yang  fokus kepada Iman dan al-Quran. Hal tersebut dirasa penting untuk dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan generasi nubuwah yang akan mengembalikan kejayaan peradaban Islam di bumi. Generasi nubuwah tersebut akan lahir manakala pendidikan yang digunakan sama dengan pendidikan Rasulullah kepada para sahabat.

Di awal berdirinya Kuttab Al Firdaus , banyak kritikan yang dilontarkan kepada yayasan, berkaitan dengan adanya ijazah (kejar Paket A) pada lembaga pendidikan yang didirikan tersebut. Sudah menjadi hal wajar kalau orang tua menginginkan ijazah,  Selain mendapat kritikan, semasa awal berdirinya Kuttab Al Firdaus  juga kesulitan mencari guru karena tingginya kriteria untuk menjadi guru, salah satunya harus sudah hafal al-Quran. Atas izin Allah Kuttab Al Firdaus  mampu menyiapkan  guru dan kepala sekolah sebagai persyaratan minimal dalam mendirikan Kuttab Al Firdaus

Seiring berjalannya waktu, konsep kuttab ini makin dikenal masyarakat luas. Sehingga berbondong-bondong para orang tua mendaftarkan anaknya ke Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe. Begitu juga para sarjana dan alumni pesantren mendaftarkan diri untuk menjadi pengajar di Kuttab Al Firdaus . Namun Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe memiliki prinsip bahwa kuttab ini tidak ingin menjadi besar karena trend saja. Sehingga dilakukan seleksi yang ketat dan membutuhkan komitmen yang tinggi untuk bisa masuk ke Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe