Hewan Hewan Qurban Dari Sohibul Qurban

Kambing Qurban Milik BNI Syari’ah (2)

Kambing Qurban Milik Dahlawisyah bin Muhammad Dahlan

Kambing Qurban milik Said Muhammad Rasya Bin Said Alam Zulfikar

Kambing Qurban Milik Fakhral Al Islam Bin Faisal

Kambing Qurban Milik BNI Syari’ah (1)

Kambing Qurban Milik Daffa Viermon Bin Edmon Dantes

Kambing Qurban Milik Arif Rahman Dzikrullah

Kambing Qurban Milik Teuku Muhammad Reza Bin Teuku Imran

Kambing Qurban Milik Innayah Dzil Izzati bin Muzakir Fuad

Kambing Qurban Milik Al Faqih Bin Zulkifli Basyah

Kambing Qurban Milik Hafizhah Binti Amiruddin

Kambing Qurban Milik Yahya Ashari Bin Aslim

Lembu Qurban milik 7 Orang Para Sohibul

Ayah Bunda jangan berhenti belajar by Khairul Bariyya

Dan yang lebih disayangkan lagi, saat sekolah yang pada dasarnya hanya membatu, lalu dibebankan seluruh tanggung jawab. Kemudian tanpa rasa berdosa kita para orang tua yang sudahlah tidak ambil bagian dalam mendidik, malah mengambil bagian dalam merusak apa yang sudah di usahkan pendidik 😥. Salah satunya yg meresahkan saat ini adalah kecanduan game pada beberapa anak yang berdampak pada anak lain yang tidak main. Soal hp n internet tidak bisa di anggap sepele. Walau untuk game edukasi, tetap akan ada mudharatanya. Hp itu harta, sudahkah kita bekali anak2 dengan ilmu tetang pengelolaan harta saat anak diserahkan harta? Minimal tentang anggota tubuh yang akan di hisab di yaumil akhir. 😢 Saya pribadi merasa ketinggalan ilmu jauh dari anak2. Sehingga tertatih2 ditengah kesibukan mengurus anak2 n rumah mengejar ketinggalan. Entah itu melalui media elektronik atau buku, alhamdulillah sekali bila bisa hadir di majelis ilmu. Paling kurang bisa hadir di Parenting Nabawiah di kuttab. Minimal walau ilmu tak bertambah, tapi iman semakin kokoh n adap semakin santun. Sehingga Allah mudahkan dalam proses mendidik ank2. Amin Ayah, bunda jangan berhenti ya. Sungguh kuttab ini tak mampu mencetak generasi peradaban yg lebih baik tanpa kerja sama kita sebagai orang tua. Mari saling mengingatkan, saling membatu n saling mendoakan. Agar Allah mudahkan kita para orang tua n para asatid/asatizah kuttab tetap istiqamah demi terwujud cita2 melahirkan generasi kebangkitan peradaban islam kelak. Maafkan si fakir ilmu ini, karna ternyata nyampahnya banyak😅. Doakan saya yang kadang masih tak sabar menikmati proses dalam menanam benih ini(maunya langsung ada hasil) 😢. Doakan guru anak2 kita yang begitu sabar mendidik anak2 hasil kebodohan n kelalaian kita. Kita??? Saya aja mungkin😅. Jazakumullah khair sudah mau menampung sampah saya. Klo gak ketampung dibuang aja ke tempat lain gapapa, asal gak mencemari lingkungan😁.

Dan yang lebih disayangkan lagi, saat sekolah yang pada dasarnya hanya membatu, lalu dibebankan seluruh tanggung jawab. Kemudian tanpa rasa berdosa kita para orang tua yang sudahlah tidak ambil bagian dalam mendidik, malah mengambil bagian dalam merusak apa yang sudah di usahkan pendidik 😥. Salah satunya yg meresahkan saat ini adalah kecanduan game pada beberapa anak yang berdampak pada anak lain yang tidak main. Soal hp n internet tidak bisa di anggap sepele. Walau untuk game edukasi, tetap akan ada mudharatanya. Hp itu harta, sudahkah kita bekali anak2 dengan ilmu tetang pengelolaan harta saat anak diserahkan harta? Minimal tentang anggota tubuh yang akan di hisab di yaumil akhir. 😢 Saya pribadi merasa ketinggalan ilmu jauh dari anak2. Sehingga tertatih2 ditengah kesibukan mengurus anak2 n rumah mengejar ketinggalan. Entah itu melalui media elektronik atau buku, alhamdulillah sekali bila bisa hadir di majelis ilmu. Paling kurang bisa hadir di Parenting Nabawiah di kuttab. Minimal walau ilmu tak bertambah, tapi iman semakin kokoh n adap semakin santun. Sehingga Allah mudahkan dalam proses mendidik ank2. Amin Ayah, bunda jangan berhenti ya. Sungguh kuttab ini tak mampu mencetak generasi peradaban yg lebih baik tanpa kerja sama kita sebagai orang tua. Mari saling mengingatkan, saling membatu n saling mendoakan. Agar Allah mudahkan kita para orang tua n para asatid/asatizah kuttab tetap istiqamah demi terwujud cita2 melahirkan generasi kebangkitan peradaban islam kelak. Maafkan si fakir ilmu ini, karna ternyata nyampahnya banyak😅. Doakan saya yang kadang masih tak sabar menikmati proses dalam menanam benih ini(maunya langsung ada hasil) 😢. Doakan guru anak2 kita yang begitu sabar mendidik anak2 hasil kebodohan n kelalaian kita. Kita??? Saya aja mungkin😅. Jazakumullah khair sudah mau menampung sampah saya. Klo gak ketampung dibuang aja ke tempat lain gapapa, asal gak mencemari lingkungan😁.

Berawal dari sini

Sejarah Kuttab Al Firdaus

Kuttab adalah konsep Islam yang mempunyai sejarah panjang melahirkan orang-orang besar. Seiring hilangnya kuttab dari dunia Islam, bumi pun mulai kehilangan cahaya dari para ulama dan ilmuwan. Kuttab telah mengukir lahirnya karya-karya ilmiah yang abadi hingga hari ini. Dengan mengembalikan sistem pendidikan Islam seutuhnya melalui  kuttab, diharapkan akan mampu menghadirkan hasil yang sama dengan zaman keemasan Islam yang dahulu

Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe berdiri sejak Juli  2013. Pendirian Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe berawal dari setelah bermusyawarah dan membaca konsep Kuttab Al Fatih Pilar Peradaban yang didirikan oleh Ustadz Budi Azhari, Lc yang berpusat di Depok. Nama Kuttab Al Firdaus terinspirasi dari salah satu nama dari nama-nama surga, sesuai harapan keluarga muslim sejatinya adalah surga firdaus yang penuh kenikmatan.

Pihak yayasan Alfirdaus merasa cocok dengan konsep Kuttab yang ditawarkan. Dimana konsep yang ditawarkan tersebut bersumber dari konsep pendidikan Rasulullah yang  fokus kepada Iman dan al-Quran. Hal tersebut dirasa penting untuk dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan generasi nubuwah yang akan mengembalikan kejayaan peradaban Islam di bumi. Generasi nubuwah tersebut akan lahir manakala pendidikan yang digunakan sama dengan pendidikan Rasulullah kepada para sahabat.

Di awal berdirinya Kuttab Al Firdaus , banyak kritikan yang dilontarkan kepada yayasan, berkaitan dengan adanya ijazah (kejar Paket A) pada lembaga pendidikan yang didirikan tersebut. Sudah menjadi hal wajar kalau orang tua menginginkan ijazah,  Selain mendapat kritikan, semasa awal berdirinya Kuttab Al Firdaus  juga kesulitan mencari guru karena tingginya kriteria untuk menjadi guru, salah satunya harus sudah hafal al-Quran. Atas izin Allah Kuttab Al Firdaus  mampu menyiapkan  guru dan kepala sekolah sebagai persyaratan minimal dalam mendirikan Kuttab Al Firdaus

Seiring berjalannya waktu, konsep kuttab ini makin dikenal masyarakat luas. Sehingga berbondong-bondong para orang tua mendaftarkan anaknya ke Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe. Begitu juga para sarjana dan alumni pesantren mendaftarkan diri untuk menjadi pengajar di Kuttab Al Firdaus . Namun Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe memiliki prinsip bahwa kuttab ini tidak ingin menjadi besar karena trend saja. Sehingga dilakukan seleksi yang ketat dan membutuhkan komitmen yang tinggi untuk bisa masuk ke Kuttab Al Firdaus Lhokseumawe